Salam "Dad Hia Ted Sua" Katong Belajar

PDAM Sula Dianggap Tidak Adil

SANANA – Perwakilan masyarakat dan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam  Gerakan Pelajar Mahasiswa Pemuda Wayboga (GPMPW), Kamis (19/3) siang kemarin melakukan aksi di Kantor Bupati dan DPRD Kepsul. Mereka memprotes kebijakan PDAM Sanana, yang dinilai tak adil dalam memungut tarif air. Warga Wayboga diharuskan membayar  Rp16 ribu per bulan dan telah dimulai bulan ini, sementara desa tetangganya Desa Waylau, digratiskan.
“Air PDAM di  Desa Waylau, sumbernya dari di desa tersebut, begitu juga di Wayboga, yang juga diambil dari Desa Wayboga, lalu, kenapa  di sana gratis dan kami di sini  harus bayar, ini menujukan kebijakan PDAM yang tidak adil,” koar salah satu orator.
menanggapi hal tersebut, Komisi II DPRD Kepsul, saat hearing berjanji akan memanggil pihak PDAM untuk menanyakan masalah yang diakui tidak ada asas keadilan. “Kita akan memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah ini,” janji Ketua Komisi II, Julfi Umasamgadji.
Pada kesempatan itu, dia juga meminta, warga Wayboga agar jangan dulu membayar Rp16 ribu, ke PDAM, hingga ada pertemuan DPRD, PDAm dan masyarakat, sebab pungutan tersebut belum jelas dasar hukumnya. Demikian halnya dengan kompensasi dari sumber air  yang diambil di desa. “Apakah potensi desa ini, harus dibayar pihak PDAM ataukah harus digratiskan,” pungkasnya. (rul/nty)

diposkan oleh : Malut Post

0 komentar: